Langkah Ke 25 [Citra di 26]

DSC-140451824

Duapuluh enam tahun lalu waktu telah memilihku untuk melakoni takdir di dunia, siklus semacam ini seperti tertuang dalam macapat yaitu fase kehidupan manusia.
Ini pasti dialami oleh semua manusia sebagai insan di dunia. Seperti kata Rendra suka duka kita tidaklah istimewa karena setiap orang mengalaminya. Yakinlah, hidup bukan tentang mengeluh dan mengaduh. Bukankah hidup baiknya mengeolah keluhan agar menjadi senandung dalam kidung kehidupan.

Citra di 26 membawa ke sebuah pemikiran dalam menentukan tujuan. Semua yang direncanakan dan di cita-citakan sewaktu kecil harus terima walau itu semua meleset dari sekenario. Satu hal yang paling penting dari itu semua jika memang hidupku harus berdoa aku selalu berkata:

“Tuhan… jika jalan hidupku memang ditakdirkan meleset dari cita-cita, tetaplah meleset dengan cara yang indah…”

Indramayu, 25 Maret 2019
Joko Fathur Rahman

Langkah Ke 24 [Daun Lontar Untukmu]

IMG_20181012_154606_HDR

Datang bersama angin sore
Menyusul senja jelang petang hari
Dalam rimbun kemuning padi
Menyusuri jalan tenang dan sunyi

Mengukir nasib pada selembar takdir
Tanda namanya tertuang dalam seutas daun
Dalam malam selalu teringat
Begitu pagi harap terlihat
Berbekal nawaitu sakral
Kutulis namamu dalam daun lontar
Perlambang kekal abadi sepanjang masa
[.]

Indramayu, 03 Oktober 2018

Langkah ke 23 [Interlude]

IMG_20160730_192733
Foto: @Joehadshot

Memasuki langkah ke dua puluh tiga, nampaknya menemukan makna sendiri daripada jalan-jalan kecil sore hari menyusuri jalanan kota.
Interlude atau jeda merupakan sebuah sarana untuk saling mengoreksi diri dalam setiap makna perjalanan hidup.

IMG_20181102_114634_HDR
Foto: @Joeheadshot

Jeda bagi jiwa itu penting agar tidak lelah, tiap orang punya cara jeda berbeda.
Dalam semesta yang semakin riuh dan bising akan penatnya rutinitas, bersunyi dalam jeda memang memberikan kita ruang antar kata agar dapat terbaca dan memberi makna.

Yah, memang dalam suka ada sadar sebagai jeda…

Indramayu, 23 Februari 2019

Langkah Ke 22 [Catatan Ganti Tahun, Pt. 4]

resonansi-jhs copy
Gambar : @Joeheadshot

Dua ribu delapan belas telah berlalu nampaknya sangat berkesan, meskipun diawal tahun merupakan sebuah langkah yang sulit untuk bisa melanjutkan kembali apa yang sudah dicitakan.
Layaknya api semangat, yang terpenting dari itu semua yaitu menjaga bara api agar tetap menyala.
Kembali kurenung ihwal tujuanku dan kubaca kembali setiap langkah dan tindakanku secara seksama dari tahun-tahun sebelumnya.

joeheadshot-full
Foto: @Joeheadshot

Rutinitas, semakin membelenggu! Dari sekian yang sudah dilalui nampaknya hidup memang harus balance tak melulu tentang pekerjaan, romansa juga nampaknya perlu aku jumpai.
Kala sang waktu terus menerus menggerogoti usia kita.
Dari resolusi yang sudah-sudah terselip harap, doa, cita, dan citra.
Kedepan kita akan merangkul asa
Bergandengan dengan waktu
Bersenandung dalam suka dan duka
Bersalaman dengan komitmen
Bersatu dalam ikatan dan melebur dalam samudra kehidupan…

Ah! Inikah resonansi sepanjang usia?!

Tabik!
Joko Fathur Rahman

Langkah Ke 21 [Manfaat]

_MG_2767 copyFoto: @joeheashot

Jika emas dapat diukur dengan karat, maka manusia bernilai karena manfaat.
Baik bagi dirinya sendiri, lingkungan sekitarnya, maupun  alam raya.
Setiap kebaikan dimulai dengan langkah kecil dimulai dari diri kita sendiri.
Tak perlu menunggu, lakukan saja dengan niat baik.
Kebaikan pasti akan terus mengalir seperti air yang mengisi ruang dan waktu.

_MG_2775 copyFoto: @joeheadshot

Ini kali pertama aku mengunjungi lokalisasi,
tempat dimana koreng-koreng kehidupan dikelupas dan dipamerkan dengan bangga.
Sebagian orang mungkin memandangnya dengan kesan negatif.
Tapi apakah lingkungan itu seluruhnya negatif?
Tidak juga, disini masih ada kebaikan.
Ada generasi yg patut kita perjuangkan.
Baik hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan, maupun kebaikan.
Mengedukasi anak-anak disekitar lokalisasi menjadi tantangan tersendiri.
Melihat lebih dekat secara langsung kehidupan mereka.
Senyum dan tawa mereka tulus, tak ada yang disembunyikan.
Sekecil apapun kebaikan yang kita berikan, berbagi pada sesama.
Karena hidup bukan tentang seberapa banyak menerima,
Tapi seberapa banyak yang sudah kita berikan.
Memberi makna kehadiran kita sebagai manusia.

_MG_2624Foto: @joeheadshot

 

Regards!
Joeheadshot

Langkah Ke 20 [Kampung Pesisir]

IMG-20180506-WA0007Foto: @Joeheadshot

Berwisata bukan tentang keindahan alam semata, mengunjungi kampung-kampung dan berbaur dengan mereka juga menambah nilai eksotisme dalam setiap perjalanan.

Mengunjungi mereka sama halnya menambah nilai kehidupan, kesederhanaan dan kesahajaan sangat terasa ketika berada disini. Jauh dari hingar bingar kota cukup membuat pikiran segar kembali. Rasanya menyepi dan menyatu dengan penduduk disini sangat pas untuk menambah nilai kehidupan.

Regards!
Joeheadshot

Langkah 19 [Catatan Ganti Tahun, Pt. 3]

Dipenghujung tahun rasanya seperti yang sudah-sudah berjalan ditempat dengan keadaan yang sama. Tujuan hidup selalu berbenturan dengan ikhwal masa depan dalam rentang waktu satu tahun suka duka pahit getir kehidupan seperti tertampung dalam satu wadah kebimbangan.
Keraguan-keraguan sering datang tak mengenal kasihan, sejauh ini saya masih berjalan sendiri memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan.
Keinginan dan harapan selalu menyapa ditepian takdir, akan tetapi keadaan kerap kali membelok-belokan semuanya.
Pikiran, hati, dan usia selalu beresonansi sepanjang kehidupan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAFoto: @joeheadshot

Kali kedua ditempat yang sama, menikmati malam pergantian tahun diatas ketinggian. Entah ini sebagai wujud rasa syukur atau sekadar melepas penat disela derasnya rutinitas harian yang kala itu masih samar.

IMG_20171231_082443_HDRFoto: @joeheadshot

Dari yang sudah-sudah resolusi yang akan dicapai, bisa saja saya merasa puas kemudian melupakannya. Tapi sekenario Tuhan siapa yang bisa menebak?
Ini perjalanan hidup.

Salam!
Joko Fathur Rahman

Langkah 18 [Tepung Toya]

IMG_20171005_134834_HDRFoto: @Joeheadshot

Tepung toya merupakan ritus penyatuan air hulu, tengah, hilir sungai cimanuk. Prosesi sakral perkawinan air ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu setiap bulan Oktober bertepatan dengan ulang tahun kota Indramayu. Penamaan tepung toya berasal dari kata tepung yang berarti bertemu sedangkan toya artinya air.

IMG_20171005_160818_HDR Foto : @Joeheadshot

Dalam tatarannya sungai cimanuk berasal dari gunung papandayan. Terdapat tiga bagian aliran sungai cimanuk dari hulu sampai hilir  diantaranya wilayah: Girang (Garut), Tengah (Sumedang), Hilir (Indramayu). Penyatuan air tersebut sebagai simbol kemakmuran, kesejahteraan, dan kesuburan agar senantiasa abadi di sepanjang daerah yang dilalui aliran sungai cimanuk yang memiliki nilai historis tinggi.
Tabik !

_MG_4611

Dokumentasi 2016

_MG_4564

Dokumentasi 2016

IMG_9433

Dokumentasi 2016

IMG_4119

Dokumentasi 2015

Langkah 17 [Ngopi, Menengadah Asa]

IMG_20161130_071639
Foto: @Joeheadshot

Ditengah acara ngopiku selepas isya aku kadang merenung dan berceloteh sendiri di entah itu depan cermin atau tidak, ber-solliloquy tentang suka duka kehidupan.
Disamping itu jika aku membaca status atau cuitan linimasa sosial media seolah-olah yang bersangkutan memiliki problem yang paling berat. Jika ditelisik lebih dalam lagi kapasitas problematika hidup tiap orang berbeda-beda, jika problem itu lagi mampir dikehidupan kita seolah-olah problem kitalah yang paling berat. Padahal memang benar nyatanya semua yang kita alami kalau dalam istilah bahasa Dermayu itu laka sekuku irenge artinya masalah kita itu tidak ada artinya di dunia ini.

Itulah yang membuatku tetap waras menghadapi persoalan yang ada di dunia ini.
Hidup memang bukan untuk mengeluh dan mengaduh, hidup jangan pernah khawatir selama ndasmu masih dikandung badan.
Mari Ngopi [.]

IMG_20170702_212501_HDRFoto: @Joeheadshot

Langkah 16 [Lebaran]

DPP_0770Foto: @Joeheadshot

Lebaran bagi saya bukan perayaan agama semata, namun sudah menjadi tradisi. Seperti halnya makanan dalam lebaran yaitu ketupat atau kupat yg berarti kula lepat (aku mengaku salah).
Ada juga kupat (laku papat) maksudnya empat perkara, yaitu:
– Lebaran: bulan puasa sudah lebar atau selesai
– Leburan: semua kesalahan dan dosa yg telah dilakukan dilebur atau diampuni
– Luberan: saling berbagi rejeki berlimpah mendapat THR
– Laburan: labur merupakan cat kapur berwarna putih, perlambang hati yang bersih

lebaran_jhs_kupatGambar: @Joeheadshot

Saling berjabat tangan saling bermaafan, cair kebekuan dalam tawa bahagia, bergantian suara salam di beranda rumah, tak henti salam dari pagi sampai malam disambut ramah suasana hangat dan saling bertanya kabar, dalam samar-samar takbir Allah’hu akbar…

Nawaitu di awal syukur di akhir, jiwa baru mudah-mudahan nanti terlahir.

Selamat Lebaran!