Langkah Ke 21 [Manfaat]

_MG_2767 copyFoto: @joeheashot

Jika emas dapat diukur dengan karat, maka manusia bernilai karena manfaat.
Baik bagi dirinya sendiri, lingkungan sekitarnya, maupun  alam raya.
Setiap kebaikan dimulai dengan langkah kecil dimulai dari diri kita sendiri.
Tak perlu menunggu, lakukan saja dengan niat baik.
Kebaikan pasti akan terus mengalir seperti air yang mengisi ruang dan waktu.

_MG_2775 copyFoto: @joeheadshot

Ini kali pertama aku mengunjungi lokalisasi,
tempat dimana koreng-koreng kehidupan dikelupas dan dipamerkan dengan bangga.
Sebagian orang mungkin memandangnya dengan kesan negatif.
Tapi apakah lingkungan itu seluruhnya negatif?
Tidak juga, disini masih ada kebaikan.
Ada generasi yg patut kita perjuangkan.
Baik hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan, maupun kebaikan.
Mengedukasi anak-anak disekitar lokalisasi menjadi tantangan tersendiri.
Melihat lebih dekat secara langsung kehidupan mereka.
Senyum dan tawa mereka tulus, tak ada yang disembunyikan.
Sekecil apapun kebaikan yang kita berikan, berbagi pada sesama.
Karena hidup bukan tentang seberapa banyak menerima,
Tapi seberapa banyak yang sudah kita berikan.
Memberi makna kehadiran kita sebagai manusia.

_MG_2624Foto: @joeheadshot

 

Regards!
Joeheadshot

Iklan

Langkah Ke 20 [Kampung Pesisir]

IMG-20180506-WA0007Foto: @Joeheadshot

Berwisata bukan tentang keindahan alam semata, mengunjungi kampung-kampung dan berbaur dengan mereka juga menambah nilai eksotisme dalam setiap perjalanan.

Mengunjungi mereka sama halnya menambah nilai kehidupan, kesederhanaan dan kesahajaan sangat terasa ketika berada disini. Jauh dari hingar bingar kota cukup membuat pikiran segar kembali. Rasanya menyepi dan menyatu dengan penduduk disini sangat pas untuk menambah nilai kehidupan.

Regards!
Joeheadshot

Langkah 19 [Catatan Ganti Tahun, Pt. 3]

Dipenghujung tahun rasanya seperti yang sudah-sudah berjalan ditempat dengan keadaan yang sama. Tujuan hidup selalu berbenturan dengan ikhwal masa depan dalam rentang waktu satu tahun suka duka pahit getir kehidupan seperti tertampung dalam satu wadah kebimbangan.
Keraguan-keraguan sering datang tak mengenal kasihan, sejauh ini saya masih berjalan sendiri memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan.
Keinginan dan harapan selalu menyapa ditepian takdir, akan tetapi keadaan kerap kali membelok-belokan semuanya.
Pikiran, hati, dan usia selalu beresonansi sepanjang kehidupan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAFoto: @joeheadshot

Kali kedua ditempat yang sama, menikmati malam pergantian tahun diatas ketinggian. Entah ini sebagai wujud rasa syukur atau sekadar melepas penat disela derasnya rutinitas harian yang kala itu masih samar.

IMG_20171231_082443_HDRFoto: @joeheadshot

Dari yang sudah-sudah resolusi yang akan dicapai, bisa saja saya merasa puas kemudian melupakannya. Tapi sekenario Tuhan siapa yang bisa menebak?
Ini perjalanan hidup.

Salam!
Joko Fathur Rahman

Langkah 18 [Tepung Toya]

IMG_20171005_134834_HDRFoto: @Joeheadshot

Tepung toya merupakan ritus penyatuan air hulu, tengah, hilir sungai cimanuk. Prosesi sakral perkawinan air ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu setiap bulan Oktober bertepatan dengan ulang tahun kota Indramayu. Penamaan tepung toya berasal dari kata tepung yang berarti bertemu sedangkan toya artinya air.

IMG_20171005_160818_HDR Foto : @Joeheadshot

Dalam tatarannya sungai cimanuk berasal dari gunung papandayan. Terdapat tiga bagian aliran sungai cimanuk dari hulu sampai hilir  diantaranya wilayah: Girang (Garut), Tengah (Sumedang), Hilir (Indramayu). Penyatuan air tersebut sebagai simbol kemakmuran, kesejahteraan, dan kesuburan agar senantiasa abadi di sepanjang daerah yang dilalui aliran sungai cimanuk yang memiliki nilai historis tinggi.
Tabik !

_MG_4611

Dokumentasi 2016

_MG_4564

Dokumentasi 2016

IMG_9433

Dokumentasi 2016

IMG_4119

Dokumentasi 2015

Langkah 17 [Ngopi, Menengadah Asa]

IMG_20161130_071639
Foto: @Joeheadshot

Ditengah acara ngopiku selepas isya aku kadang merenung dan berceloteh sendiri di entah itu depan cermin atau tidak, ber-solliloquy tentang suka duka kehidupan.
Disamping itu jika aku membaca status atau cuitan linimasa sosial media seolah-olah yang bersangkutan memiliki problem yang paling berat. Jika ditelisik lebih dalam lagi kapasitas problematika hidup tiap orang berbeda-beda, jika problem itu lagi mampir dikehidupan kita seolah-olah problem kitalah yang paling berat. Padahal memang benar nyatanya semua yang kita alami kalau dalam istilah bahasa Dermayu itu laka sekuku irenge artinya masalah kita itu tidak ada artinya di dunia ini.

Itulah yang membuatku tetap waras menghadapi persoalan yang ada di dunia ini.
Hidup memang bukan untuk mengeluh dan mengaduh, hidup jangan pernah khawatir selama ndasmu masih dikandung badan.
Mari Ngopi [.]

IMG_20170702_212501_HDRFoto: @Joeheadshot

Langkah 16 [Lebaran]

DPP_0770Foto: @Joeheadshot

Lebaran bagi saya bukan perayaan agama semata, namun sudah menjadi tradisi. Seperti halnya makanan dalam lebaran yaitu ketupat atau kupat yg berarti kula lepat (aku mengaku salah).
Ada juga kupat (laku papat) maksudnya empat perkara, yaitu:
– Lebaran: bulan puasa sudah lebar atau selesai
– Leburan: semua kesalahan dan dosa yg telah dilakukan dilebur atau diampuni
– Luberan: saling berbagi rejeki berlimpah mendapat THR
– Laburan: labur merupakan cat kapur berwarna putih, perlambang hati yang bersih

lebaran_jhs_kupatGambar: @Joeheadshot

Saling berjabat tangan saling bermaafan, cair kebekuan dalam tawa bahagia, bergantian suara salam di beranda rumah, tak henti salam dari pagi sampai malam disambut ramah suasana hangat dan saling bertanya kabar, dalam samar-samar takbir Allah’hu akbar…

Nawaitu di awal syukur di akhir, jiwa baru mudah-mudahan nanti terlahir.

Selamat Lebaran!

Langkah 15 [Mudik]

DPP_1146Foto: @Joeheadshot

MUDIK (Mulih Dikit) mendi bae lungane kangen balik ning dermayu. Dari 31 kecamatan dan 317 desa hampir terdapat 1000 cengkok/logat bahasa Indramayu yg berbeda. Luar biasa, sedulur sedanten sing ning perantauan selamat menempuh perjalanan mudik, semoga selamat sampai tujuan.

DPP_1147
Foto: @Joeheadshot

Mudik, salah satu hal yang dinanti bagi para perantau yang bekerja di kota-kota lain. Demi bertemu sanak famili. Suatu keharusan yang terus menerus dilakukan, akan terus ada selama seseorang memiliki tanah kelahirannya. Kemana saja perginya tentu akan terasa afdol jika kita pulang ke kampung halaman.
Selamat Mudik…

Langkah Ke 14 [Mengulang Takdir]

IMG00007-20130124-1507

Jika seseorang ingin dilahirkan kembali, anda ingin dilahirkan seperti apa?
Tentu semua jawaban memiliki perspektif masing-masing. Jika pertanyaan itu dilontarkan ke saya mungkin saya punya pandangan sendiri.
Dengan mantap saya akan tetap menjadi yang sekarang, tidak perlu lagi dilahirkan kembali karena sejatinya manusia dilahirkan untuk mewarnai hidup dengan cita-cita yang mulia.

Tak sedikit rasa penyesalan yang sering muncul dalam pikiran, kadang itu juga mengganggu dan akhirnya membuat kita tolah-toleh lagi pada masa lalu.
Seperti yang sudah-sudah bisa saja saya bosan kemudian meninggalkannya. Tapi apapun iu konsekuensinya harus terima. Tetap berdiri di garis takdir atau mengikuti garis lain?

Dua puluh empat tahun menjalani kehidupan tentu pahit getirnya kehidupan kadang masih akan kita jumpai. Seperti penyair rendra bilang “suka duka kita tidaklah istimewa karena setiap orang mengalaminya.” jadi… takdir itu ibarat based on script dalam sebuah lakon panggung drama. Apabila saat kamu sedih, senang, atau marah, kamu harus akting karena kamu tahu itu adalah sekenario Tuhan.

Indramayu, 25 Maret 2017

@Joeheadshot

Langkah Ke 13 [Catatan Ganti Tahun, Pt.2]

Setahun lalu saya pernah menulis tentang sebuah harapan, yang dimana semua perjalanan dalam meniti cita, citra, dan juga harapan. Mungkin seperti yang sudah-sudah doa dan syukur selalu terucap. Saya ingat akan sebuah kata dari salah satu film favorit, yaitu The Shawshank Redemption dimana kutipan itu berkata “Ada tempat di dunia ini yang tidak terbuat dari batu. Sesuatu dalam diri kita yang tidak bisa mereka dapatkan, tidak bisa mereka sentuh. Sesuatu itu adalah harapan”. Ya, memang harapan itu akan terus tetap ada namun pada kenyataannya untuk menjalani hidup memang tidak mempan hanya dalam segudang kata motivasi ataupun kutipan bijak jika seseorang tidak memiliki “Tekad Untuk Hidup”. Kedua hal itu menurut saya harus tetap sinkron dan sejalan.

img_20170101_062750Foto: @Joeheadshot

Mengingat kembali hal apa saja yang telah diperoleh dan dilalui pada tahun lalu. Tentu ini sudah berubah dan banyak hal yang dicapai pada tahun 2016 lalu. Setidaknya langkah-langkah dan “goals” yang dicapai mulai menanjak naik walaupun itu cuma langkah kecil sekalipun.

Banyak yang berbicara tentang resolusi di tahun depan, tapi bagi saya resolusi tidak penting karena resolusi 720p dan 1080p sudah cukup bagi saya apalagi resulusi 4K heuheuheu. Naif memang akan tetapi menurut saya tahun sekarang dan tahun sebelumnya kita hanya sekadar melakoni lakon.

Tahun baru, di tempat yang baru.
Suasana yang berbeda mungkin itulah yang ingin saya sampaikan, saya menikmati malam pergantian tahun diatas ketinggian puncak gunung sambil ber-kemping ria. Sederhana memang tapi ini cukup memulihkan kesegaran pikiranku yang tahun lalu disbukkan oleh rutinitas pekerjaan yang baru. Bagi saya pergi ke gunung atau ke tempat-tempat alam adalah cara saya menertawakan kehidupan orang-orang di kota dengan segala rutinitasnya.

dsc_0191
Foto: @Joeheadshot

Keep going on…
Dari yang sudah-sudah akan tetap seperti itu, tetap menjalani lakon yang ada. dan segala sesuatu yang akan dilalui itu merupakan sekenario Tuhan yang harus kita lakoni.
Ingatlah bahwa keadaan selalu paling gelap sebelum pagi.
Lebih banyak tantangan berarti lebih dekat pada kemenangan mu.
Jangan lepaskan impian mu,
Jangan lepaskan hubungan mu,
Jangan menyerah untuk menjalani kehidupan yang sehat.
Zaman mungkin semakin sukar, tetapi ingatlah bahwa
ada upah untuk hidup dalam Iman.

Salam!
Joko Fathur Rahman

Langkah Ke 12 [Komboran]

img_3892
Foto: @Joeheadshot

Komboran merupakan baju khas serba hitam dan celana gombrang (kombor) yang digunakan oleh masyarakat (desa) untuk menggarap sawah atau ladang. Namun dalam perkembangan eksistensinya baju daerah ini dipakai untuk menghormati para petani yang menjaga stabilitas kehidupan di masyarakat ataupun dipakai untuk acara kegiaan seni dan tradisi kebudayaan.

_mg_4436
Foto: @Joeheadshot

Komboran sebagai lambang keperkasaan dan keuletan seorang pemuda yang arif dan bijaksana dalam menempuh hidup.

img_41501
Foto: @Joeheadshot